senja mulai menyapa hati yang telah pecah berkeping keping,
menyapa semua yang berbahagia. Dalam heningnya dia hanya ditemani alunan yang
merayu hatinya untuk sedikit tergoyah dan lepas, tapi,hatinya kini hampir saja
membeku, alunan itu terus didengar dengan harapan semua yang ia tanggung lepas
dari dirinya, semua yang ia harapakan biarkan hilang,hilang bersama angin yang
tengah berhembus, dia terus menuliskan beberapa kata dengan harapan dia dapat
terus berjuang, tapi, kenyataan berbalik, semua hilang dari segla perasaannya,
tidak ada satu pun yang berani mendekatinya, dia layaknya virus yang akan
membunuh semua makhluk dengan jangka waktu sepersekian detik. Lalu, menjauhlah
semua dengan seluruh ketidak adilan, yang tersisa hanya kenangan masa lampau
mereka, ketika mereka bahagia, ketika mereka bercanda tawa, saat mereka berani
menawrkan diri untuk berteman, memang manis diawal, tapi lihat yang lebih
nyata, mereka pergi tanpa ada yang mereka tinggalkan untuk dia. Tanpa ada yang
mereka harus katakan, dia akhirnya merasakan kegelapan lagi, wajahnya seakan
berkata “tolong!jangan pergi” . sayang, dengan segala upaya untuk bicara, dia
tidak dapat menyampaikannya, pada akhirnya, menjadi sebuah kisah tanpa ujung,
menjadi sebuah permainan tanpa awal, menjadi sebuah cerita tanpa alur,
seandainya apa yang dia pikirkan menadi nyata, mungkin tidak akan sepahit ini. Tidak
akan menjadi sebuah dilema yang menyakitkan, karena satu hal dia menghancurkan
segala harapan dan mimpi yang ada didirinya, dia mencoba meraih sedikit cahaya,
ternyata cahaya tersebut tidak menghindar, ia genggam cahaya tersebut dengan
sepenuh hati. Cahaya tersebut membuatnya nyaman, memberikan kehangatan diantara
gelapnya dunia, walau oun gelap duni masih sangat pekat, dia masih bisa
merasakan jiwa jiwa yang hidup dalam hatinya yang sangat dalam. Jika ia masih
percaya sekali lagi bahwa cahaya itu akan menghancurkan ssemua kegelapan yang
pekat ii. Maka itu akan terjadi, dia hanya butuh, kepercayaan. Dia akan
dilindungi oleh sinar itu. Semua akan berubah dengan cepat asal dia yang
mempercayainya, membangun mimpi yang telah hancur, menyusun hati yang telah
pecah dan mengisi jiwa yang kosong nan gelap dengan cahaya yang di genggamnya,
maka semua akan mempunya awal, memiliki akhir dan alurnya akan jelas terlihat
dengan jalan yang tak terbayangkan nikmatnya. Kuncinya hanya dia untuk membuka
gerbang yang tertutup rapat. Dia hanya perlu “MENEMUKAN KUNCI ITU”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar