Sabtu, 16 Juni 2012

Kunci yang hilang


senja mulai menyapa hati yang telah pecah berkeping keping, menyapa semua yang berbahagia. Dalam heningnya dia hanya ditemani alunan yang merayu hatinya untuk sedikit tergoyah dan lepas, tapi,hatinya kini hampir saja membeku, alunan itu terus didengar dengan harapan semua yang ia tanggung lepas dari dirinya, semua yang ia harapakan biarkan hilang,hilang bersama angin yang tengah berhembus, dia terus menuliskan beberapa kata dengan harapan dia dapat terus berjuang, tapi, kenyataan berbalik, semua hilang dari segla perasaannya, tidak ada satu pun yang berani mendekatinya, dia layaknya virus yang akan membunuh semua makhluk dengan jangka waktu sepersekian detik. Lalu, menjauhlah semua dengan seluruh ketidak adilan, yang tersisa hanya kenangan masa lampau mereka, ketika mereka bahagia, ketika mereka bercanda tawa, saat mereka berani menawrkan diri untuk berteman, memang manis diawal, tapi lihat yang lebih nyata, mereka pergi tanpa ada yang mereka tinggalkan untuk dia. Tanpa ada yang mereka harus katakan, dia akhirnya merasakan kegelapan lagi, wajahnya seakan berkata “tolong!jangan pergi” . sayang, dengan segala upaya untuk bicara, dia tidak dapat menyampaikannya, pada akhirnya, menjadi sebuah kisah tanpa ujung, menjadi sebuah permainan tanpa awal, menjadi sebuah cerita tanpa alur, seandainya apa yang dia pikirkan menadi nyata, mungkin tidak akan sepahit ini. Tidak akan menjadi sebuah dilema yang menyakitkan, karena satu hal dia menghancurkan segala harapan dan mimpi yang ada didirinya, dia mencoba meraih sedikit cahaya, ternyata cahaya tersebut tidak menghindar, ia genggam cahaya tersebut dengan sepenuh hati. Cahaya tersebut membuatnya nyaman, memberikan kehangatan diantara gelapnya dunia, walau oun gelap duni masih sangat pekat, dia masih bisa merasakan jiwa jiwa yang hidup dalam hatinya yang sangat dalam. Jika ia masih percaya sekali lagi bahwa cahaya itu akan menghancurkan ssemua kegelapan yang pekat ii. Maka itu akan terjadi, dia hanya butuh, kepercayaan. Dia akan dilindungi oleh sinar itu. Semua akan berubah dengan cepat asal dia yang mempercayainya, membangun mimpi yang telah hancur, menyusun hati yang telah pecah dan mengisi jiwa yang kosong nan gelap dengan cahaya yang di genggamnya, maka semua akan mempunya awal, memiliki akhir dan alurnya akan jelas terlihat dengan jalan yang tak terbayangkan nikmatnya. Kuncinya hanya dia untuk membuka gerbang yang tertutup rapat. Dia hanya perlu “MENEMUKAN KUNCI ITU”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar